Penggunaan kertas buram di dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang asing. Anda biasa menemukannya sebagai bentuk koran, novel, hingga pembungkus. Kertas ini merupakan kertas daur ulang, sehingga harganya sangat murah dibanding jenis kertas lain.

Tak aneh jika disebut buram karena memang warnanya yang buram. Permukaan kertas ini pun agak kasar, tidak glossy, dan terlihat berserat. Hal ini disebabkan karena asalnya yang didaur ulang dari kertas bekas, sehingga warnanya tak bisa putih sempurna dan memiliki bercak.

Jenis Kertas Buram

1. Kertas Koran

Sesuai dengan namanya, kertas ini memang digunakan untuk mencetak koran. Kertas memiliki ketebalan yang rendah dengan warnanya yang cenderung abu-abu. Umumnya, kertas ini dijual dalam ukuran A4 atau folio dan dibanderol dengan harga yang hanya setengah dari HVS.

Meskipun tipis, kertas ini memiliki kualitas cetakan yang cukup baik. Cetakan huruf di satu sisi tidak akan menembus sisi lainnya. Namun jika kertas ini terkena basah, kertas langsung membentuk bubur sehingga tidak bisa diandalkan dalam jangka waktu yang lama.

2. Kertas Perkamen

Kertas perkamen merupakan salah satu kertas jenis buram karena warnanya. Kertas ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap lemak. Itu sebabnya, kertas perkamen lebih sering digunakan untuk mengemas makanan yang memiliki sifat lemak seperti keju.

Kertas perkamen berbeda dengan kertas jenis buram yang ada di percetakan. Kertas ini tak digunakan untuk mencetak. Kertas cenderung aman digunakan untuk makanan dan tidak berbau. Bahkan, kertas ini juga sering dipakai untuk obat yang dijadikan serbuk atau puyer.

3. Kertas Flipchart

Di perkantoran, kertas flipchart buram sangat dibutuhkan untuk keperluan persentase atau absensi. Sesuai dengan namanya, kertas ini akan ditempelkan di sebuah papan berukuran besar untuk menggambarkan ilustrasi. Kertas akan diflip ke belakang untuk menampilkan bagian kosong.

Karena ditempel di papan besar, kertas flipchart buram hanya dijual dalam gulungan yang ukurannya besar. Ukurannya mencapai 61×86 cm dan terdiri dari beberapa lempar yang bisa diflip. Karena itu, harga jualnya lebih mahal daripada kertas untuk koran atau perkamen.

Baca juga: Penggunaan Art Paper dan Keunggulannya

Manfaat Kertas Buram

1. Mencetak Koran

Koran dijual dengan harga yang sangat murah. Untuk menghemat biaya produksi, hampir semua produsen menggunakan kertas jenis buram dengan kualitas yang baik. Jadi meskipun tercetak tinta, sisi satunya lagi tak berpengaruh dan tetap bisa digunakan untuk mencetak juga.

2. Mencetak Buku Novel

Buku novel juga jarang menggunakan jenis kertas selain buram. Ketebalan kertas ini menjadi alasannya, sehingga novel tidak terlalu tebal terutama yang memiliki ratusan halaman. Namun, gramaturnya dipilih yang terbaik, sehingga tidak mudah rusak atau menyerap tinta saat dicetak.

3. Lembar Flip

Presentasi manual yang sering dilakukan di sekolah atau kantor membutuhkan kertas yang besar. Karena sifatnya yang hanya sekali pakai dan dibuang, itu sebabnya kertas buram dipakai. Kertas ini akan menghemat biaya perusahaan karena harganya yang sangat murah.

4. Coret-Coretan

Anda bisa menjalankan istilah go green dengan menggunakan kertas ini. Karena asalnya yang dari daur ulang, Anda bisa menggunakannya untuk dipakai sebagai coret-coretan. Toh, setelahnya kertas ini akan dibuang karena sudah tak bisa dipakai kembali.

5. Untuk Membungkus Makanan Tertentu

Dalam hal ini, kertas perkamenlah yang dimaksud. Anda bisa menggunakan perkamen untuk membungkus makanan yang cenderung berminyak karena sifatnya yang tahan minyak. Jangan gunakan kertas jenis buram yang biasa di percetakan, karena berbahaya bagi kesehatan.

Kertas buram merupakan jenis kertas yang hanya dipakai untuk jangka pendek saja. Kertas mudah sekali hancur jika terkena air. Untuk jenis kertas percetakan, kertas ini juga cenderung kotor karena hasil daur ulang.

Baca Rekomendasi Berikut: