Membutuhkan perjuangan dan penantian panjang agar suatu naskah bisa diterbitkan oleh penerbit mayor. Namun, terdapat alternatif yang lebih cepat yaitu dengan cara membuat buku sendiri sekaligus mencetaknya secara mandiri. Solusi untuk menghemat tenaga, waktu dan pikiran.

8 Cara Membuat Buku Sendiri

Membuat buku secara mandiri bisa menjadi pilihan terbaik untuk para penulis muda. Terlebih lagi, persaingan antar penulis semakin hari semakin ketat. Tentu saja, seleksi untuk masuk ke penerbit mayor tidaklah gampang.

Bagi penulis muda maupun penulis yang lebih menyukai self publishing, berikut 8 cara yang bisa diterapkan untuk membuat buku sendiri:

1. Menyiapkan Naskah

Syarat mutlak untuk membuat buku tentu sudah punya konsep yang akan dijadikan sebagai naskah utama. Dalam penyusunan buku, terdapat beberapa tips agar isinya enak dibaca dan dipahami oleh pembaca, yaitu:

  1. Temukan ide yang nantinya akan dikembangkan menjadi tulisan, sekecil apapun idenya;
  2. Lakukan riset mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ide tersebut;
  3. Kembangkan ide menjadi konsep yang lebih detail dan menjurus ke sebuah konklusi;
  4. Buat tema, alur, konflik dan latar cerita dalam sebuah kerangka;
  5. Ciptakan karakter dan pelajari bagaimana tiap karakter akan bereaksi di situasi tertentu;
  6. Tulisan harus dibuat secara sistematis dan terstruktur sehingga terlihat rapi. Bagilah tulisan dalam bab, sub bab dan sub dari sub bab;
  7. Gunakan gaya penulisan yang disesuaikan dengan target pembaca;
  8. Tentukan jadwal menulis di jam-jam terbaik Anda dan rutinlah dalam menulis.

Setelah naskah sudah terbentuk, maka lanjutkan ke proses editing atau penyuntingan. Pada umumnya, saat membuat buku sendiri berarti proses editing juga akan dilakukan secara mandiri.

Namun untuk menghindari subjektivitas, sebaiknya mintalah bantuan orang lain untuk mengedit tulisan tersebut.

Misalnya, menyewa editor dari sebuah penerbit indie atau pihak lain yang memang menyediakan jasa editor buku. Sebab, melakukan penyuntingan buku agar layak baca tidak boleh sembarangan.

2. Mengumpulkan Modal

Selanjutnya, cara membuat buku sendiri harus mempertimbangkan biaya. Self publishing memang tergolong lebih murah namun bukan berarti tidak memperhatikan modal yang harus dikeluarkan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya modal untuk membuat buku secara mandiri yaitu:

  • Jumlah ketebalan buku
  • Jenis kertas yang digunakan
  • Jasa editor
  • Jasa desain cover dan layout
  • Pengurusan ISBN
  • Jasa mencetak buku
  • Biaya distribusi dan promosi buku

Cukup banyak, bukan? Oleh sebab itu, harus membuat anggaran dari awal dan sebisa mungkin tekan jumlah biaya tanpa mengurangi kualitas buku.

Contohnya adalah dengan mendesain layout dan cover sendiri atau memilih percetakan yang menawarkan harga paling murah namun kualitasnya masih bagus. Promosi juga sebaiknya dilakukan secara online sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya cetak untuk pamflet, misalnya.

3. Membuat Layout

Tidak boleh asal dalam mengerjakan layout buku karena butuh kreatifitas yang tinggi. Penyusun layout harus mengetahui bagaimana cara memposisikan teks, gambar dan elemen lain agar saling berhubungan sehingga enak dipandang.

Layout yang bagus juga akan menjadikan buku lebih menarik, komunikatif dan mudah untuk dipahami isinya. Oleh sebab itu, apabila Anda tidak menguasai kemampuan dalam hal layout, serahkan saja pada freelancer layout buku.

Biasanya, harga yang ditawarkan relatif lebih murah. Alternatif lain adalah dengan memanfaatkan jasa layout dari pihak percetakan. Saat melakukan survey, tanyalah apakah percetakan menyediakan jasa tersebut atau tidak lalu bandingkan harganya dengan pihak lain.

4. Membuat Desain untuk Cover

Penting diketahui bahwa salah satu nilai jual buku ada pada covernya. Para calon pembaca, terkadang akan langsung mengarah ke buku tertentu hanya dengan melihat covernya. Maka dari itu, gunakan kesempatan tersebut agar buku Anda dilirik.

Pikirkan dengan matang bagaimana desain cover untuk buku yang akan diterbitkan. Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam membuat cover:

  • Tentukan nuansa cover yang disesuaikan dengan tema buku. Misalnya nuansa warna-warni atau nuansa kelabu;
  • Pilih warna yang menggambarkan isi buku. Misalnya, penggunaan warna hitam pekat untuk tema buku yang menyeramkan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui makna tiap warna secara psikologis;
  • Pilih karakter atau objek yang bisa mewakili pesan yang ingin disampaikan lewat buku tersebut;
  • Jangan membuat desain yang terlalu ramai dan pastikan ada sisi cover yang dikosongkan;
  • Pilih jenis font yang menarik, unik tapi tetap mudah dibaca;
  • Tambahkan tagline yang singkat dan kuat sebagai penggambaran isi buku sehingga pembaca semakin penasaran.

Bagi yang memiliki kemampuan mendesain, sebaiknya buat cover secara mandiri sehingga menghemat biaya. Bahkan banyak template cover yang bisa digunakan secara gratis. Dengan begitu, cukup melakukan sedikit edit agar sesuai dengan isi buku dan selera pribadi.

5. Mengurus ISBN

Cara membuat buku sendiri agar laku dan untung adalah dengan tidak malas mengurus ISBN alias International Standard Book Number. ISBN terdiri dari 13 digit angka yang menjadi identitas sebuah buku.

Sebenarnya tidak wajib, hanya saja buku yang memiliki ISBN akan lebih diakui dan dihargai oleh para pembaca. Mereka merasa teryakinkan apabila melihat ada logo ISBN pada cover buku.

Pengurusan ISBN bisa dilakukan secara online melalui laman isbn.perpusnas.go.id. Adapun persyaratan yang dibutuhkan meliputi surat pernyataan bermaterai 6000, Memorandum of Understanding (MoU) dan akta pendirian penerbitan.

6. Menentukan Kualifikasi dan Harga Buku

Adapun yang dimaksud dengan kualifikasi buku adalah hal yang berhubungan dengan jenis kertas dan proses pencetakan. Karena membuat buku secara mandiri, maka kualifikasi benar-benar ditentukan oleh diri sendiri.

Selain itu, penentuan harga buku saat akan dijual juga berada di tangan Anda. Tips untuk menetapkan harga buku antara lain:

  • Melakukan survei pasar dengan cara membandingkan harga tiap buku lalu simpulkan rata-ratanya berapa;
  • Melakukan analisa pasar untuk meminimalisir kerugian.

7. Memilih Mitra Penerbit

Membuat buku sendiri artinya tidak melibatkan penerbit mayor. Dengan begitu, seorang penulis bisa bebas menentukan mana mitra yang tepat untuk dijadikan sebagai pencetak karyanya.

Karena posisi mitra hanya sebagai pencetak, maka hak cipta naskah sepenuhnya tetap milik penulis. Apabila penulis ingin mencetak di tempat lain tentu tidak ada yang berhak menghalangi.

Penulis jugalah yang menentukan seberapa banyak jumlah cetakan buku sebab mitra hanya menerima pesanan sesuai kuantitas. Hanya saja, mitra penerbit biasanya memiliki template naskah yang harus diikuti.

Selain itu, penjualan buku umumnya melalui website milik mitra tersebut. Namun, penulis tetap berhak mendistribusikan sendiri dengan perjanjian yang sebelumnya sudah dibuat.

8. Mendistribusikan Buku

Selain mengandalkan mitra, pendistribusian buku juga bisa dilakukan melalui akun sosial media sendiri. Dengan begitu, biayanya jauh lebih murah dan cukup efektif.

Alternatif lain adalah bekerjasama dengan pihak distributor buku. Mereka pasti sudah memiliki sistem pemasaran yang bagus sehingga kemungkinan untuk menarik pembeli cukup besar.

Menggunakan sistem titip buku ke toko-toko buku juga bisa dipilih. Pastikan untuk bernegosiasi dengan baik dan tidak malu untuk melakukannya.

Bisa dibilang, cara membuat buku sendiri cukup mudah namun membutuhkan usaha yang lebih. Apabila melalui penerbit mayor, segala proses editing hingga pemasaran sudah dihandle dengan baik. Hanya saja, perlu prosedur panjang dan kriteria yang ketat agar naskah bisa diterima.

Membuat buku secara mandiri mulai dari penyusunan, penyuntingan hingga pemasaran menjadi hak Anda sepenuhnya. Ibaratnya, kalau naskah jadi hari ini lalu ingin langsung diterbitkan pun tidak masalah asalkan biaya dan hal lain sudah disiapkan.

Baca Rekomendasi Berikut: