Dalam menyusun suatu karya, boleh saja untuk mengutip ide orang lain yang tertulis di website dengan syarat menyertakan sumbernya. Terdapat cara penulisan daftar pustaka dari website berdasarkan APA, MLA dan Harvard Style. Berikut aturan tiap style secara lebih detail.

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Website

1. APA Style

Secara umum, aturan penulisan daftar pustaka dari APA adalah mencantumkan judul website, tanggal publikasi, judul spesifik dari artikel atau jurnal, DOI atau URL dan nama penulis.

Apabila salah satu informasi tidak ada, misalnya nama penulis, maka dapat dilewati. Berikut aturan yang lebih spesifik untuk menyusun daftar pustaka dari website:

  • Website dengan Satu Penulis

Urutan penulisan untuk halaman web yang mencantumkan nama penulis yaitu:

  1. Nama penulis
  2. Tahun penerbitan atau waktu terakhir kali web diupdate
  3. Judul
  4. Tanggal akses
  5. URL website

Dalam penulisannya, tanda titik digunakan sebagai pemisah antara informasi kecuali antara tanggal akses dan URL yang memakai tanda koma. Sedangkan tanggal penerbitan ditulis dalam tanda kurung dan judul tulisan dicetak miring.

Berikut contoh penulisannya:

Ahmad, M. (2010). Sejarah Suku Jawa [Online]. Diakses pada 20 Oktober 2020 dari https://www.mengenalbudayanusantara.com/

  • Website Tanpa Mencantumkan Penulis

Apabila tidak ada nama penulis, maka urutannya tetap sama seperti web page yang mencantumkan penulis. Hanya saja, penulisannya langsung ke tanggal penerbitan. Berikut contohnya:

(2012). Cross Cultural Understanding [Online]. Diakses pada 11 Desember 2020 dari http://www.ccustudies.com/

  • Ensiklopedia Online

Penyusunan daftar pustaka yang sumbernya dari ensiklopedia online menggunakan urutan sebagai berikut:

  1. Nama penulis (jika ada)
  2. Tahun penerbitan atau waktu terakhir kali web page diupdate
  3. Judul entry yang dikutip
  4. Tanggal akses
  5. URL website

Antara informasi menggunakan tanda titik sebagai pemisah. Sedangkan tahun penerbitan ditulis dalam tanda kurung dan judul tulisan dicetak miring. Contoh penulisannya yaitu:

Turner, A.M. (2018) Stress Management in the Work Place. Diakses pada 2 Januari 2021 dari Oxford Research Encyclopedias. Website: https://oxfordre.com/

Apabila tidak ada nama penulis, maka langsung saja awali daftar pustaka dari tahun penerbitan. Selebihnya menggunakan urutan yang sama.

  • Artikel Online dengan DOI

Selain menggunakan URL, biasanya web page juga memiliki DOI (Digital Object Identifier). Fungsi DOI adalah sebagai pengenal khusus yang ditujukkan untuk dokumen online dan link DOI sifatnya permanen.

Referensi yang sumbernya dari artikel online dengan DOI, maka susunan penulisannya yaitu:

  1. Nama penulis
  2. Tahun publikasi
  3. Judul artikel
  4. Judul jurnal
  5. Volume
  6. Nomor
  7. Halaman
  8. Tanggal akses
  9. Link DOI

Penggunaan tanda titik adalah sebagai pemisah antara informasi kecuali antara judul jurnal dan volume yang menggunakan tanda koma. Sedangkan tanda kurung digunakan pada tahun penerbitan dan cetak miring pada judul jurnal.

Berikut contoh penulisannya:

Enggal, W. (2010). Kendala Budaya dalam Komunikasi Antara Penduduk Asli dan Pendatang di Semarang. Jurnal CULTURE, vol. 10, no. 9, 89 – 99. Diakses pada 23 Oktober 2020. doi:10.1189/08091123989109

Pratiwi, I., & Sari, W. (2017). Mengenal Bahasa Isyarat. Jurnal Bahasa dan Budaya, vol.9, no.12, 100 – 109. Diakses pada 11 Juli 2019. doi: 12.122/011234559089

  • Publikasi Online Milik Pemerintah

Menggunakan website pemerintah sebagai sumber informasi juga kerap dilakukan. Cara menulis daftar pustakanya mengikuti susunan berikut ini:

  1. Nama website
  2. Tahun penerbitan
  3. Judul entry yang dikutip
  4. URL

Pemisahan antara informasi menggunakan tanda titik. Selanjutnya, tahun penerbitan ditulis dalam tanda kurung sedangkan judul entry dicetak miring. Contoh penulisannya yaitu:

Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2020). Digitalisasi Aksara Nusantara agar Lestari. Diakses dari https://www.kominfo.go.id/

2. MLA Style

  • Website Secara Keseluruhan dan Halaman Tertentu

Cara penulisan daftar pustaka dari website berdasarkan aturan MLA tidak perlu mencantumkan URL. Susunan penulisannya yaitu:

  1. Nama penulis
  2. Nama web
  3. Tahun penerbitan atau terakhir kali website diupdate
  4. ‘Web’
  5. Tanggal akses

Pemisahan antara informasi menggunakan tanda titik. Nama web ditulis dengan cetak miring dan tahun penerbitan tidak perlu menggunakan tanda kurung. Berikut contoh penulisannya:

James, A. Economy and Business. 2010. Web. 10 Oktober 2020.

Apabila mengutip tulisan tertentu saja pada halaman website, maka urutan penulisannya menjadi:

  1. Nama penulis
  2. Judul tulisan
  3. Nama website
  4. Tahun penerbitan atau terakhir kali website diupdate
  5. ‘Web’
  6. Tanggal akses

Tanda titik digunakan sebagai pemisah antara informasi. Sedangkan judul tulisan diapit dengan tanda petik nama website dicetak miring. Berikut contohnya:

Lewis, C. “Exploring The Beauty of Nature”. Life and Nature. 2019. Web. 10 Juli 2020.

Apabila tidak tercantum nama penulis, maka penulisannya diawali dengan nama website atau judul tulisan yang dikutip.

  • Ensiklopedia Online

Penyusunan daftar pustaka dari ensiklopedia online cukup sederhana yaitu:

  1. Judul artikel
  2. Nama website
  3. ‘Web’
  4. Tanggal akses

Tanda titik digunakan untuk memisahkan antara informasi. Sedangkan tanda petik dipakai untuk mengapit judul artikel dalam ensiklopedia tersebut dan cetak miring untuk nama website. Contohnya adalah:

“Why Do Language Die?”. Britannica.com. Web. 2 Februari 2021.

  • Artikel Online

Urutan untuk menulis daftar pustaka yang bersumber dari artikel online yaitu:

  1. Nama penulis
  2. Judul artikel
  3. Judul jurnal
  4. Volume
  5. Nomor
  6. Tahun publikasi
  7. Halaman
  8. ‘Web’
  9. Tanggal akses

Dalam penyusunannya, tanda titik digunakan sebagai pemisah antara tiap informasi. Judul artikel ditulis dalam tanda petik sedangkan judul jurnal dicetak miring. Selanjutnya, tanda kurung dipakai untuk tahun penerbitan. Berikut contohnya:

Sudaryanto, H. “Perkembangan Bahasa.” Masyarakat, Bahasa dan Budaya. 12.5 (2018): 98-102. Web. 10 Maret 2020.

Gatre, Ronald, dan William Chamlin. “The Advantages of Eating Healthy Food”. Health and Environment. 13.8 (2017): 108-125. Web. 20 Juni 2019.

  • Majalah Online

Berikut urutan untuk menulis daftar pustaka dari majalah online:

  1. Nama penulis
  2. Judul tulisan
  3. Nama majalah
  4. Tanggal, bulan dan tahun publikasi
  5. ‘Web’
  6. Tanggal akses

Pemisahan antara informasi menggunakan tanda titik. Tanda petik digunakan untuk mengapit judul tulisan sedangkan cetak miring untuk nama majalah. Contoh penyusunannya yaitu:

Leon, A. “The Influence of Technology.” One Magazine. 20 September 2020. Web. 10 November 2020.

3. Harvard Style

  • Web Page

Cara penulisan daftar pustaka dari website berdasarkan Harvard Style untuk situs personal maupun organisasi/instansi menggunakan urutan:

  1. Nama penulis
  2. Tahun publikasi atau tahun terakhir kali website diupdate
  3. Nama website
  4. URL
  5. Tanggal akses

Tanda titik digunakan untuk memisahkan antara informasi sedangkan tanda kurung untuk tahun penerbitan dan tanggal akses. Berikut contoh penulisannya:

Pratiwi, L. (2019) Pendidikan untuk Anak [Online]. Tersedia di https://www.pendanak.co.id/ (29 Maret 2020).

Apabila tidak tercantum nama penulis, maka langsung saja awali dengan nama website. Sedangkan URL website dapat digunakan sebagai pengganti nama penulis dan nama website apabila memang informasi tentang keduanya tidak ada.

  • Jurnal Online

Menurut Harvard, susunan untuk menulis sumber dari jurnal online yaitu:

  1. Nama penulis
  2. Tahun publikasi
  3. Judul artikel
  4. Judul jurnal
  5. Volume
  6. Nomor
  7. Halaman
  8. URL
  9. Tanggal akses

Penggunaan tanda koma sebagai pemisah antara informasi kecuali antara nomor dan halaman yang menggunakan tanda titik. Judul artikel diapit oleh tanda petik sedangkan judul jurnal dicetak miring.

Selanjutnya, tanda kurung dipakai pada tahun publikasi dan tanggal akses. Berikut contoh penulisannya:

Patterson, J. (2000) ‘History of English Language’, International Journal of Language and Culture, vol.10, no.12, hal. 120-135 [Online]. Tersedia di https://www.journallangcultr.com/ (23 Oktober 2010).

  • Blog

Berikut susunan untuk menyusun daftar pustaka dari blog:

  1. Nama penulis
  2. Tahun publikasi atau tahun terakhir kali blog diupdate
  3. Judul entry yang dikutip
  4. Judul blog
  5. Tanggal tulisan dipost
  6. URL
  7. Tanggal akses

Seperti pada jurnal online, judul blog juga dicetak miring sedangkan judul tulisan yang dikutip diapit tanda petik. Pemisahan antara informasi menggunakan tanda titik kecuali antara tanggal tulisan dipost dan URL yang memakai tanda titik. Contohnya adalah:

Marry, J. (2020) ’10 Beauty Hacks for Busy Women’, Everything About Women, 25 Agustus [Blog]. Tersedia di http://blog.beautywomen.com (28 Oktober 2020).

Cara penulisan daftar pustaka dari website menurut APA, MLA dan Harvard style dapat dijadikan panduan untuk memberikan informasi tentang referensi yang dipakai.

Apabila dibandingkan, APA dan Harvard sama-sama mencantumkan URL secara lengkap. Sedangkan MLA style cukup hanya dengan membubuhi keterangan ‘Web’ tanpa perlu URL.

Anda bisa memilih style manapun asalkan harus konsisten dengan satu aturan saja untuk keseluruhan karya tuli dan tidak dicampur.

Baca Rekomendasi Berikut: