Salah satu media penunjang dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif adalah buku ajar. Oleh sebab itu, seorang pengajar juga harus bisa menciptakan sendiri buku tersebut untuk para siswanya. Terlebih pengajar adalah orang yang paling mengetahui materi sesuai kebutuhan siswa.

Cara Menulis Buku Ajar

Untuk para pemula, tentu proses menulis buku bahan ajar masih sangat asing dan mengalami banyak kendala. Sebagai solusinya, beberapa cara dalam menulis buku yang sesuai standar wajib diketahui sebelumnya. Beberapa langkah-langkah yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut.

1. Mengetahui Format Buku Bahan Ajar Sesuai Standar

Sebuah tulisan tidak akan bisa dibentuk menjadi buku tanpa adanya format dan kerangka yang jelas. Kalaupun tetap ditulis tanpa format, maka pembahasannya tidak akan fokus dan bisa keluar dari materi inti.

Untuk buku ajar sendiri, formatnya agak berbeda dengan buku ilmu pengetahuan pada umumnya. Format yang harus diikuti dalam penulisan buku ini di antaranya :

a. Bagian Luar Buku

Bagian ini terdiri dari  dari sampul depan, punggung buku, dan sampul belakang. Format yang harus diisi pada bagian sampul ini adalah :

  • Judul utama.
  • Sub judul.
  • Nama penulis.
  • Nama penerbit.
  • Nama dan tentang penulis.
  • Sinopsis, serta tingkatan pendidikan yang jadi sasaran buku.

b. Bagian Dalam Buku

  • Halaman perancis (halaman kosong yang hanya berisi judul buku saja.
  • Judul utama.
  • Halaman hak cipta.
  • Halaman persembahan.
  • Halaman ucapan terima kasih.
  • Kata sambutan.
  • Kata pengantar.
  • Halaman prakata.
  • Daftar isi.
  • Daftar tabel.
  • Daftar gambar.
  • Daftar singkatan.
  • Pendahuluan.

c. Isi Utama dalam Buku

Dalam isi utama buku terdapat beberapa bab pembahasan serta judul bab. Dalam setiap bab pembahasan, terdiri dari :

  • Relevansi.
  • Capaian pembelajaran.
  • Materi pembelajaran.
  • Dinamika kelas.
  • Rangkuman materi.
  • Daftar pustaka.
  • Tes formatif dan kunci jawabannya.
  • Umpan balik.
  • Lampiran.
  • Epilog.
  • Daftar istilah.
  • Halaman indeks.
  • Biografi penulis.

d. Bagian dalam Modul Ajar

  • Halaman perancis.
  • Judul.
  • Hak cipta.
  • Persembahan.
  • Ucapan terima kasih.
  • Kata sambutan.
  • Daftar isi.
  • Daftar tabel.
  • Daftar gambar.
  • Daftar singkatan.
  • Pendahuluan.

e. Isi Utama Modul Ajar

  • Nama modul.
  • Deskripsi modul.
  • Relevansi.
  • Capaian pembelajaran yang terdiri dari uraian materi, latihan, rangkuman, pustaka, lembar kerja, kunci jawaban, dan umpan balik.

2. Menentukan Materi Pembelajaran yang Akan Dibuat Buku

Setelah mengetahui format buku ajar yang benar, selanjutnya bisa masuk dalam tahap pembuatan. Langkah pertama sebelum membuat buku adalah menentukan materi pembelajaran yang akan ditulis.

Pastikan materi tersebut sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dipahami pelajar sesuai tingkatannya.

3. Membagi Materi Menjadi Beberapa BAB

Materi yang sudah ditentukan berdasarkan kompetensi dasar dan kurikulum yang sesuai selanjutnya bisa dibagi menjadi beberapa BAB. Pembagian BAB ini diusahakan sesuai dengan pembahasannya. Apabila pembahasan mulai masuk dalam pengetahuan baru, berarti saatnya beralih ke BAB baru.

4. Membuat Judul dan Deskripsi Pada Setiap BAB

Pada setiap BAB yang sudah dibagi tadi, selanjutnya mulai diberi judul masing-masing sesuai materi pembahasan yang fokus di bahas. Judul BAB harus berupa sub judul atau anak dari judul utama dalam buku ajar.

Selain judul, setiap BAB juga diberikan gambaran umum terkait materi yang akan diajarkan dalam BAB tersebut. Deskripsi harus singkat, padat, dan jelas.

5. Menulis Materi Sesuai Pembagian BAB Pembahasan

Selanjutnya barulah mulai menulis materi pada setiap BAB. Sesuaikan dengan judulnya agar tidak melenceng dari pembahasan pokok. Agar lebih mudah, proses penulisan materi pada setiap BAB ini juga diawali dengan membuat kerangka pembahasannya.

Langkah ini akan sangat mempermudah penulisan materi karena tidak mudah keluar dari pokok pembahasannya.

6. Membuat Rangkuman

Walaupun materi sudah ditulis secara lengkap, tetap dibutuhkan rangkuman yang menjadi pembahasan inti dari materi yang ditulis. Rangkuman akan mempermudah pembaca untuk mengingat kembali materi yang sudah dibahas dalam BAB.

7. Membuat Latihan Soal

Kala semua materi dalam satu BAB sudah ditulis, jangan lupa untuk membuat latihan soalnya. Pastikan soal yang ditulis tidak keluar dari materi pembahasan yang ditulis sebelumnya. Latihan soal biasanya masih persis dengan materi yang dibahas dan tidak keluar dari jalur pembahasan.

8. Mencatat Sumber Referensi dalam Bentuk Daftar Pustaka

Dalam setiap BAB bisa langsung dicatat sumber referensinya. Ini akan menjadi data penguat materi yang disajikan agar lebih objektif dan memiliki dasar yang jelas. Agar tidak berat di akhir, sumber yang dipakai bisa langsung disusun dalam bentuk daftar pustaka.

9. Membuat Tes Soal dan Kunci Jawaban

Berbeda dengan latihan soal yang pembahasannya persis dengan materi, maka tes soal sifatnya lebih luas. Soal yang ditulis tetap tidak keluar dari materi, tapi menggunakan contoh masalah lain dalam kehidupan untuk memperluas wawasan pelajar dan mengetes pemahamannya.

Selain soal, tentu saja ada kunci jawabannya yang bisa diselipkan di belakang buku agar tidak mudah dilihat.

10. Melengkapi Bagian Pelengkap

Setelah inti materi, rangkuman, soal, dan kunci jawaban ditulis,  langkah terakhir adalah menyusun bagian pelengkap dari buku. Bagian pelengkap tersebut meliputi :

  • Profil atau biografi penulis.
  • Sinopsis buku.
  • Nama penerbit buku.
  • Ucapan terima kasih.
  • Persembahan.
  • Sambutan
  • Daftar isi, tabel, gambar, dan singkatan.
  • Pendahuluan.

Contoh-contoh Buku Ajar

Meskipun format dan cara menulis buku ajar sudah diketahui, tetap saja contoh langsung dari model buku ini dibutuhkan sebagai tolak ukur utama. Berikut adalah beberapa contoh buku bahan ajar yang bisa menjadi perbandingan.

1. Public Relations

Penulis buku ini adalah dosen mata kuliah ilmu komunikasi, yakni Dr Nikmah Hadiati S. SIP. M.Si

Adapun pembahasan yang ada dalam buku ajar ini adalah :

  • Pendahuluan.
  • BAB 1 : Pengertian, sejarah, fungsi, dan tujuan public relations.
  • BAB 2 : Unsur-unsur dasar public relations berdasarkan filsafat sosial manajemen.
  • BAB 3 : Proses public relations.
  • BAB 4 : Pendekatan-pendekatan dalam mengadakan hubungan proses public relations.
  • BAB 5 : Strategi, metode, dan media public relations.
  • BAB 6 : Kaidah dan kode etik public relations.
  • BAB 7 :Public relations officer dan syarat-syaratnya.
  • Daftar pustaka.

2. Ontologi Dakwah

Penulis merupakan dosen mata kuliah komunikasi dakwah bernama Masduqi Afandi. Isi dari buku ajar ini terdiri dari :

  • Pengantar penulis.
  • Daftar isi.
  • BAB 1 : Pendahuluan.
  • BAB 2 : Hakikat dakwah.
  • BAB 3 : Sifat-sifat pengada dakwah.
  • BAB 4 : Dinamika pengada dakwah.
  • BAB 5 : Kejasmanian dan kerohanian pengada dakwah.
  • BAB 6 : Kegiatan pengada dakwah saling mempengaruhi.
  • BAB 7 : Arti dan nilai pengada dakwah.
  • BAB 8 : Norma-norma dakwah : kaidah kebenaran dan kebaikan.
  • Penutup.
  • Daftar pustaka.
  • Riwayat penulis.

3. Manajemen DAS Pulau-pulau Kecil

Isi buku dan materi yang terbagi dalam setiap BAB di buku ajar ini meliputi :

  • Persembahan.
  • Analisis pembelajaran.
  • Kata pengantar.
  • Daftar isi.
  • Daftar tabel.
  • Daftar gambar.
  • BAB 1 : Tinjauan mata kuliah
  • BAB 2 : Mengenal sungai dan daerah aliran sungai.
  • BAB 3 : Karakteristik dan morfometris DAS.
  • BAB 4 : Siklus hidrologi.
  • BAB 5 : Hidrograf.

Dilihat dari contoh dan cara membuat buku ajar, sebenarnya format yang harus dipenuhi cukup sederhana dan bisa dibuat dengan mudah oleh tenaga pengajar. Hanya saja, pendalaman materi harus sesuai dengan latar belakang pendidikan penulis, agar bisa menulis isi buku yang berkualitas.

Baca Rekomendasi Berikut: