Kertas kerja merupakan catatan yang penting untuk mengikuti prosedur audit oleh dewan auditor. Anda perlu melihat contoh kertas kerja audit internal untuk mengetahui apa saja yang ada di dalamnya. Nantinya, informasi tersebut akan dicocokkan dengan dokumen realisasi yang terlampir.

Contoh Kertas Kerja Audit Internal

1. Audit Persediaan Internal

Dalam pengadaan persediaan, tentunya perusahaan harus mencatat semua keterangannya dalam kertas kerja audit. Anda perlu menyediakan nomor bukti, keterangan pembelian, jumlah yang dikeluarkan dan statusnya yang telah masuk receiving report atau belum.

TanggalNomor BuktiKeteranganJumlahStatus
11/01/2018LOP 013/2018Pembelian persediaan bahan bakuRp38.000.000,00 VoReceiving
15/01/2018LOP 015/2018Pembelian kemasan dari PT Artio Paper JayaRp45.000.000,00 VoReceiving
21/01/2018LOP 016/2018Pembelian persediaan barang dagang PT Trio JayaRp37.000.000,00 VoReceiving
28/01/2018LOP 020/2018Pembelian persediaan barang dagang PT Anugrah JayaRp51.000.000,00 VoReceiving
Keterangan: Vo = pemeriksaan invoice dari supplier, RR dan PO. Setelahnya, post di stock card dan kartu utang.  

Catatan: Syarat shipment adalah FOB.  

Kesimpulan: Setelah pemeriksaan pembelian, baik sebelum maupun sesudah tanggal laporan, kamu tidak menemukan pergeseran catatan pembelian. Maka semua transaksi ada pada periode yang tepat.
Dibuat:       30/01/2018Ditinjau:       02/02/2018Klien : PT Puspa Kencana   Schedule: PersediaanPeriode :       31/12/2017Indeks :       V2
Contoh tabel Audit Persediaan Internal

3. Pemeriksaan Utang Jangka Panjang

Hal yang lumrah jika sebuah perusahaan memiliki utang jangka panjang. Contoh kertas kerja audit internal ini menerangkan utang subordinasi. Semua rincian utang dijabarkan dengan rinci berikut informasi seperti ada tidaknya bunga, penentuan jatuh tempo, atau pengalihan utang ke modal.

Saldo Utang Subordinasi (31/12/2017)
NamaJumlah
Ny. Agustina SadeRp100.000.000,00
Tn. Muhammad AfrurRp58.000.000,00
Tn. Irfan Al-HakimRp98.000.000,00
Ny. Tina NoviantiRp75.000.000,00
Ny. Febrina RahmaRp120.000.000,00
TOTALRp451.000.000,00
Keterangan:

1. Utang ini diterima dari para investor saham di tahun 2013.

2. Tidak ada penentuan jatuh tempo.Utang akan dibayar jika dana perusahaan sudah mencukupi.

3. Utang subordinasi bisa dijadikan setoran modal.

4. Tidak ada beban bunga pada setoran subordinasi.
Dibuat:      

08/01/2018
Ditinjau:       11/01/2018Klien : PT Puspa Kencana   Schedule: PersediaanPeriode :       31/12/2017Indeks :       V2
Contoh tabel Pemeriksaan Utang Jangka Panjang

3. Biaya internal

Sebuah usaha tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya biaya internal. Biaya internal terkait dengan pengeluaran utilitas dan perjalanan yang dilakukan oleh para direksi. Anda harus menyiapkan catatan biaya, subsequent clearance, dan keterangan terkait semua rincian tersebut.

RincianSaldo 31/12/2017Subsequent clearance 15/02/2018
Biaya listrik Desember 2017Rp2.100.000,00Rp2.100.000,00 Vo
Biaya PAM Desember 2017Rp400.000,00Rp400.000,00 Vo
Biaya telepon Desember 2017Rp750.000,00Rp750.000,00 Vo
Biaya internet desember 2017Rp450.000,00Rp450.000,00 Vo
Iuran KebersihanRp100.000,00Rp100.000,00 Vo
Langganan majalahRp160.000,00Rp160.000,00 Vo
Perjalanan direksiRp12.300.000,00Rp12.300.000,00 Vo
Keterangan:

1. Semua taksiran biaya sama dengan realisasi pembayaran yang telah dilakukan.

2. Biaya langganan majalah adalah biaya terakhir dan sekaligus biaya penutupan langganan.Semua beban yang tersebut dalam rincian ditagih oleh asosiasi terkait.

3. Biaya perjalanan direksi sudah sesuai dengan rapat direksi yang dilakukan pada tanggal 08 Oktober 2017 tanpa penambahan biaya perjalanan maupun bonus direksi.

4. Vo : pemeriksaan bukti pembayaran setelah laporan neraca keuangan.
Dibuat:       30/01/2018Ditinjau:       02/02/2018Klien : PT Puspa Kencana   Schedule: PersediaanPeriode :       31/12/2017Indeks :       V2
Contoh tabel Biaya internal

Contoh kertas kerja audit internal berperan penting untuk meninjau informasi saat tim auditor turun ke lapangan. Setelahnya, mereka akan menilai apakah selama ini pekerjaan sudah terlaksana dengan baik atau tidak. Untuk itu, pembuatan dokumen ini harus hati-hati mengikuti bukti yang ada.

Baca Rekomendasi Berikut: