Dalam sebuah novel, font memang bukan bagian dari esensi tulisan namun tetap penting untuk diperhatikan. Sebab, pemilihan jenis novel font akan berpengaruh pada bagaimana pembaca menikmati dan memahami cerita.

Apabila font yang dipilih tidak tepat dan asal comot, maka kemungkinan besar akan membuat pembaca tidak nyaman. Padahal novel terdiri dari ribuan kalimat panjang. Agar tidak salah dalam memilih, berikut jenis font yang biasa digunakan untuk novel:

13 Jenis Novel Font Terbaik dan Mudah Dibaca

1. Arial

Font Arial kerap dipilih untuk novel karena memiliki garis yang tepiannya bersih, tegak, dan jelas sehingga sangat mudah dibaca. Arial dapat dipakai untuk keseluruhan isi novel, bagian judul saja maupun bagian sub judul saja.

Hanya saja, apabila menginginkan tampilan yang lebih unik, maka Arial bukan pilihan terbaik. Sebab, font Arial dapat dikatakan sudah pasaran karena pemakaiannya sudah sangat umum.

2. Calibri

Berbeda dari Arial yang lebih tegas, tampilan font Calibri terlihat lebih luwes. Kombinasi antara bentuknya yang tegak dan lengkungan yang luwes menjadikan Calibri begitu nyaman untuk mata.

Sama halnya seperti Arial, font Calibri pun termasuk universal font sehingga aman dan tersedia di berbagai sistem operasi. Kebanyakan penulis novel menggunakan Calibri untuk keseluruhan bagian isi.

3. Georgia

Font Georgia hampir mirip dengan Times New Roman, sehingga menjadi alternatif terbaik apabila menyukai style yang tradisional. Sebab, ada beberapa yang menghindari font TNR karena sudah terlalu umum dipakai.

Penggunaan Georgia untuk novel cukup nyaman dan mudah dibaca apalagi kesamaannya dengan TNR menjadikan font ini familiar di mata para pembaca. Sebaiknya, gunakan font Georgia untuk bagian tubuh tulisan bukan untuk judul maupun sub judul novel.

4. Baskerville

Ukuran font Baskerville terbilang cukup mungil, namun tingkat keterbacaannya masih bagus. Garis tepian font ini pun tegas dengan lekukan yang tidak berlebihan. Dengan begitu, apabila dipakai untuk menulis novel tetap nyaman untuk dilihat.

Selain untuk bagian tubuh paragraf, font Baskerville juga cocok untuk bagian judul dan sub judul. Apabila menyisipkan puisi ke dalam novel, Baskerville dapat digunakan khusus untuk bagian tersebut sehingga lebih menonjol.

5. EB Garamond

Garamond masuk dalam rekomendasi jenis novel font yang mudah dibaca dan terlihat estetik. Lekukan pada font ini tidak kaku dan tampak manis. Selain itu, Garamond juga terkesan renggang, sehingga tidak membuat mata sakit saat membacanya.

Tidak mengherankan apabila banyak novel dan cerpen yang dicetak dengan font Garamond. Selain keterbacaannya bagus, font ini juga membuat tampilan novel menjadi lebih menarik.

6. Chunk Five

Salah satu font yang cocok untuk cover depan novel adalah Chunk Five. Alasannya, font tersebut memiliki warna yang tajam dan penuh serta lekukan yang tergolong luwes. Dengan begitu, judul novel yang memakai Chunk Five mampu menarik perhatian para pembaca.

7. Myriad Pro

Font Myriad Pro memiliki tampilan yang hampir mirip Arial. Hanya saja, font ini terlihat lebih terang namun tetap jelas dan tegas. Kekhasan dari Myriad Pro adalah bentuknya yang lebih ramping, sehingga bisa memuat banyak kata tanpa memperbanyak halaman.

Walaupun begitu, Myriad Pro termasuk jenis font yang mudah dan nyaman dibaca. Selain untuk novel, font ini biasanya digunakan untuk jurnal penelitian dan artikel ilmiah.

8. Antique

Bagi yang menulis novel romance, Antique menjadi font yang recommended untuk dipakai. Alasannya, bentuk font ini cukup unik dan estetik sehingga cocok untuk menyajikan kisah percintaan para tokoh. Seakan segala emosi dan perasaan bisa terungkapkan dengan baik.

Tingkat keterbacaan font Antique juga bagus sehingga pembaca pasti menikmati jalannya cerita. Selain untuk keseluruhan paragraf, penggunaan Antique yang hanya untuk penggalan kutipan pun tetap pas.

9. Roboto

Pencinta font Arial lagi-lagi disuguhkan dengan alternatif font lain yang mirip yaitu Roboto. Kesamaannya ada pada bentuk yang tegak, tegas, dan ramping. Namun, font Roboto terlihat lebih manis karena lekukannya yang luwes.

10. Cambria

Jenis font Cambria memiliki ciri khas yang tegas namun terlihat sentuhan ujung yang lancip sehingga terlihat indah. Bentuk yang seperti itu cocok digunakan untuk novel karena keterbacaannya yang mudah.

11. Sabon

Selain Antique, jenis font lain yang cocok untuk novel romance adalah Sabon. Bentuk font Sabon cukup ramping, berujung lancip dan lekukannya terlihat manis.

Jarak antar hurufnya juga pas sehingga nyaman dibaca. Sebaiknya, gunakan font Sabon hanya untuk bagian tubuh paragraf karena kurang cocok untuk judul maupun sub judul.

12. Candara

Bagi penulis yang ingin menampilkan kesan non formal dalam novelnya, maka font Candara bisa dijadikan pilihan. Candara memiliki lekukan yang luwes dan terlihat unik.

Bisa dibilang kalau garis tepinya memang kurang tegas namun tetap terkesan meyakinkan. Oleh sebab itu, font Candara lebih cocok untuk karya sastra bukan teks akademis yang menuntut keformalan.

13. Bookman Old Style

Rekomendasi font yang terakhir adalah Bookman Old Style. Font ini masuk dalam kategori huruf yang bertangkai sama seperti Times New Roman dan Bodoni.

Bookman Old Style cocok dipakai untuk bagian tubuh novel, bagian judul maupun sub judul. Bahkan saat dicetak kecil pun, font tersebut masih mudah untuk dibaca.

Tips Memilih Jenis Novel Font

Beragamnya jenis font untuk novel memang membuka kesempatan bagi penulis untuk berkreasi lebih. Namun di sisi lain juga menimbulkan kebingungan untuk menentukan pilihan. Agar memudahkan, berikut 3 tips sederhana tapi berguna untuk memilih jenis font:

1. Perhatikan Keterbacaan Font

Novel merupakan karya sastra yang panjang sehingga berisi banyak huruf. Oleh sebab itu, syarat utama agar pembaca tidak terganggu saat menikmati cerita adalah pemilihan font.

Prioritaskan jenis font yang tingkat keterbacaannya bagus. Beberapa kriteria yang penting yaitu bentuk yang tegak, tidak terlalu banyak lekukan, tidak terlalu renggang maupun ramping, dan cukup tajam.

Jenis font dengan kriteria tersebut terlihat sederhana, nyaman untuk mata namun tetap memiliki sisi keindahan.

2. Sesuaikan Jenis Font dengan Penempatannya

Tiap font pasti memiliki ciri khas tersendiri sehingga harus jeli menempatkannya pada novel. Jangan sampai memilih font yang sebenarnya lebih cocok untuk cover malah digunakan untuk bagian tubuh novel.

Tadi sudah direkomendasikan beberapa font untuk isi paragraf. Berikut ini rekomendasi jenis font yang cocok untuk cover novel, antara lain:

  • Trajan Pro yang memiliki desain menarik
  • Hebrew Michol untuk kesan cover yang elegan
  • Gill Sans yang memberikan nuansa klasik pada cover novel
  • BF Anorak yang memiliki ciri khas tegas dan jelas
  • Cabernet yang memberikan kesan santai
  • Adobe Caslon Italic Swash yang memiliki kesan romantis

3. Sesuaikan Jenis Font dengan Genre Novel

Tips selanjutnya adalah menyesuaikan jenis font dengan genre yang dimiliki novel. Sebab, dengan menggunakan font yang tepat maka mood yang ingin ditunjukan melalui cerita akan lebih terasa.

Pemilihan font yang tepat juga membuat pembaca lebih nyaman dalam menikmati keseluruhan isi novel. Contohnya, novel romance lebih cocok memakai font Antique dan Sabon. Sedangkan novel bergenre action lebih cocok memakai font Garamond.

Pada dasarnya, penentuan jenis novel font yang tepat sepenuhnya tergantung pada selera penulis. Namun tetap harus mempertimbangkan faktor lain, seperti keterbacaan, kenyamanan saat dibaca, penempatan font pada novel, dan genre yang diangkat dalam novel.

Keuntungan memakai font yang pas adalah alur cerita lebih bisa dinikmati dan pesan yang terkandung lebih mudah dipahami oleh pembaca. Penggunaan font yang asal-asalan tentu tidak akan menarik karena dengan melihatnya saja sudah tidak minat apalagi mendalami isi ceritanya.

Baca Rekomendasi Berikut: